Wednesday, July 20, 2016

Pendaftaran BPJS

Dalam sebuah negara, warga negara menjadi salah satu hal terpenting yang harus dijaga keharmonisannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjaga keharmonisan warna negara, adalah sosial ekonomi. Indonesia memiliki suatu sistemn yang menjamin perlindungan warga negaranya dalam hal sosial ekonomi. Sistem tersebut berbentuk sebuah undang-undang, yaitu udang-undang nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dalam undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa BPJS terbentuk atas dua badan, yaitu kesehatan dan ketenagakerjaan.

BPJS kesehatan merupakan badan yang menangani program jaminan kesehatan. Pada Undang-undang nomor 24 tahun 2011, dikatakan bahwa jaminan kesehatan merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan dan perindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Peserta jaminan kesehatan meliputi penerima bantuan iuran (PBI) dan bukan PBI (termasuk warga negara asing yang bekerja minimal 6 bulan di Indonesia). Peserta yang tergolong PBI merupakan fakir miskin dan orang tua yang telah didata, diverivikasi dan divalidasi oleh kementerian sosial. Di samping itu, peserta PBI meliputi pula penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah.

Peserta bukan PBI dibagi menjadi dua yaitu bukan PBI penerima upah dan bukan PBI bukan penerima upah. Peserta bukan PBI penerima upah dapat mendaftar BPJS dengan cara ;
  1. Perusahaan atau Badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan beserta anggota keluarganya ke kantor BPJS kesehatan dengan melampirkan formuir registrasi Badan Usaha atau Badan Hukum lainnya dan data migrasi karyawan dan anggota keluarganya sesuai format yang ditentukan oleh BPJS kesehatan
  2. Perusahaan atauu Badan Usaha menerima nomor virtual account untuk dilakukan pembayaran ke bank yang telah bekerja sama (BRI atau Mandiri atau BNI)
  3. Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS kesehatan untuk dicetak kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh Perusahaan atau Badan Usaha
Untuk peserta bukan PBI bukan penerima upah, pendaftaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Calon peserta mendaftar secara perorangan di kantor BPJS kesehatan
  2. Mendaftarkan seluruh anggta keluarga yang ada di kartu keluarga
  3. Mengisi formulir daftar isian peserta dengan melampirkan fotocopy kartu keluarga, fotocopy KTP/paspor, fotocopy buku tabungan salah satu peserta di kartu keluarga, dan pas foto 3x4. Dimana masing-masing berkas dan pas foto tersebut diserahkan sebanyak 1 lembar
  4. Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh nomor virtual account 
  5. Melakukan pembayaran iuran ke bank yang bekerjasama (BRI atau Mandiri atau BNI
  6. Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS kesehatan untuk dicetakkan kartu JK
BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan merupakan pengganti dari lembaga-lembaga jaminan sosial, yaitu PT. ASKES (persero), PT. ASABRI (persero), PT. JAMSOSTEK (persero) dan PT. TASPEN (persero). BPJS kesehatan merupakan pengganti dari PT. ASKES (persero) dan PT. JAMSOSTEK (persero). Dalam hal tersebut, maka terjadi transisi peserta JAMSOSTEK dan ASKES ke BPJS kesehatan. Dalam perubahan tersebut, peserta (perusahaan maupun pekerja) yang telah menjadi peserta JAMSOSTEK program jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian maka akan secara langsung terdaftar dalam BPJS kesehatan pada program-program tersebut (tidak diperlukan pendaftaran ulang). Sementara itu, untuk program jaminan pemeliharaan kesehatan harus registrasi ulang ke BPJS kesehatan. 


Referensi 

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial.


Sunday, July 10, 2016

Rempeyek Teri Medan

Sebelumnya, telah dijelaskan mengenai Peyek Goooyank. Rempeyek Teri Medan yang dicetak menggunakan cetakan kembang goyang. Kali ini, akan dijelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Peyek Goooyank, alias rempeyek teri medan. Bahan-bahan yang dbutuhkan dalam pembuatan rempeyek teri medan ini antara lain, tepung beras, tepung maizena, telur, teri medan, daun jeruk, bawang putih, ketumbar, santan dan garam.

Penggunaan tepung beras dalam pembuatan rempeyek teri medan ini bertujuan untuk menghadirkan tekstur renyah pada rempeyek. tepung beras dapat dibuat dari pecahan beras maupun beras utuh. Dalam tahap penggorengan rempeyek, tepung beras akan meminimalisir minyak yang terserap pada produk dan memperlambat transmisi air, sehingga akan menghasilkan tekstur yang renyah pada rempeyek. 

Teri medan merupakan salah satu jenis ikan teri yang ada di Indonesia. Teri medan memiliki tekstur halus dan kecil. penggunaan teri medan pada rempeyek yaitu sebagai komponen tambahan yang biasanya ditaburkan diatasnya. Selain teri, umumnya digunakan kacang tanah atau udah kecil sebagai komponen tambahan rempeyek.

Komponen terpenting selanjutnya adalah santan. Penggunaan santan bertujuan untuk memberikan rasa gurih dan sebagai pengganti air. Santan merupakan emulsi lemak dalam air. Santan secara umum memiliki kandungan lemak sebanyak 35%, air 54% dan padatan tanpa lemak 11%. Kepekatan pada santan bergantung dari volume air yang ditambahkan saat mengekstraksi dan umur kelapa yang diekstraksi.

Telur digunakan untuk memudahkan lepasnya adonan dari cetakan. Telur memberikan tekstur lebih licin dan tidak lengket, sehingga lebih mudah untuk mencetaknya. Selanjutnya, dalam pembuatan rempeyek teri medan, bahan bahan yang digunakan adalah rempah-rempah (seperti bawang putih dan ketumbar) dan daun jeruk. Penggunaan rempah-rempah dan daun jeruk tersebut untuk memperkuat rasa pada rempeyek teri. Rempeyek umumnya kaya rasa rempah, khususnya ketumbar. Oleh sebab itu pada pembuatannya digunakan ketumbar yang cukup banyak untuk memperkuat rasa khas rempeyek. Daun jeruk Berfungsi untuk memberikan aroma pada rempeyek teri. Penambahan daun jeruk menambahkan aroma segar pada rempeyek teri.  

Referensi

Eliasson, A. C., 2004. Starch in Food : Structure, Function and Application. Boca Raton :     CRC press.

Erwin, L. T., 2011. Gemar Makan ikan 25 Resep Masakan olahan Ikan teri. Jakarta : PT Gramedia Pustaka utama

Tim Dokter Anda, 2012. 58 QA Seputar Diet, Makanan, dan Suplemen. Jakarta : PenerbarPlus.




Friday, July 8, 2016

Kemasan dan Label Produk Pangan

Pada pembuatan rempeyek Goooyank, sebelum produk tersebut dijual ke pasaran, tentunya sebagai tim produsen memikirnya bagaimana kemasan yang terkesan menarik namun tidak memakan biaya besar. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan maka digunakan kemasan berbahan dasar polietilena (PE) dengan zipper. Pemilihan kemasan ini bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam menyimpan rempeyek apabila masih tersisa tanpa mengurangi kualitas semula rempeyek. 

Pada Undang-undang nomor 7 tahun 1996 pasal 16, dikatakan bahwa produsen makanan dilarang menggunakan bahan kemasan yang dilarang oleh pemerintah maupun yang berbahaya untuk kesehatan manusia. Di samping itu, pada tahap pengemasan makanan harus dilakukan dengan benar sebelum didistribusikan, sehingga makanan tersebut tidak rusak maupun tercemar. Apabila produsen menggunakan bahan kemasan yang belum diketahui dampaknya bagi manusia, maka menurut undang-undang nomor 7 tahun 1996 pasal 17,  produsen wajib memeriksa kemanannya terlebih dahulu dan dapat menggunakannya bila telah memperoleh persetujuan pemerintah.

Selain kemasan, label juga sangat penting untuk sebuah produk pangan. Peraturan mengenai label diatur oleh Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999. Berdasarkan undang-undang tersebut, label pangan merupakan setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Berdasarkan Undang-undang no 7 tahun 1996 pasal 30, label produk pangan minimal harus mengandung keterangan nama produk, bahan-bahan yang digunakan, isi bersih atau berat, nama dan alamat manufaktur, dan tanggal kadaluarsa. Dimana keterangan-keterangan tersebut harus ditulis secara jelas menggunakan Bahasa Indonesia, angka Arab, dan huruf latin agar tidak menyebabkan konsumen kebingungan. Di sisi lain, keterangan pada label makanan harus sesuai dengan kebenarannya agar tidak menyesatkan. 

Sebagai contoh label produk yang benar, dapat dilihat seperti berikut

Label Rempeyek Goooyank
Pada label tersebut dapat dilihat bahwa label telah memenuhi peraturan yang tertera pada Undang-undang nomor 7 tahun 1996, yaitu telah terdapat nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih produk, nama dan alamat tempat pembuatan produk dan tanggal kadaluarsa. Jika dilihat dari label Peyek Goooyank, telah dicantumkan nama produk yaitu "Peyek Goooyank" dimana terdapat kata original yang menunjukkan varian rasa dari peyek tersebut, sehingga konsumen mengetahui rasa dari produk tersebut. Daftar bahan yang digunakan pada pembuatan Peyek Goooyank disebutkan pula dalam label secara lengkap. Setelah itu, Peyek Goooyank menyebutkan pula isi bersih produk tersebut yaitu 60 gram. Tak lupa, disebutkan pula tempat pembuatan produk. Disini tempat pembuatan produk masih dituliskan di kampus. Untuk tanggal kadaluarsa, produsen menyiapkan kolom tanggal kadaluarsa dengan menuliskan " baik digunakan sebelum" hal tersebut menghimbau konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut sebelum tanggal yang disebutkan. 

Di sisi lain, pada label telah digunakan pula Bahasa Indonesia yang jelas, sehingga tidak membingungkan konsumen. Tulisan-tulisan pada label telah dibuat pula jelas terlihat dan tidak berdesakan, sehingga konsumen mudah untuk membacanya. Di samping itu, warna label, logo produk dan latar belakang yang digunakan tidak mengganggu kejelasan pada tulisan label. Sehingga secara keseluruhan kemasan dan label produk Peyek Goooyank telah sesuai dengan undang-undang mengenai label di Indonesia sehingga dapat didistribusikan secara luas. 

Semoga tulisan ini dapat membantuk produsen produk pangan untuk membuat label yang menarik namun tetap sesuai dengan peraturan pemerintah serta dapat lebih memperhatikan kemasan yang digunakan untuk mengemas produk pangan yang diproduksi.

Referensi

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan.




Sunday, July 3, 2016

All About Manager

      Saat melakukan suatu pekerjaan, khususnya untuk mencapai suatu target, maka harus dilakukan strategi-strategi agar tujuan tersebut tercapai. Strategi tersebut umumnya disebut management. Management merupakan kemampuan untuk mengatur sumber daya agar menapai tujuan yang telah ditentukan. Ketrampilan management penting untuk dimiliki oleh seluruh lapisan manusia, namun tidak seluruh orang memiliki keterampilan management. Seseorang yang memiliki keterampilan management disebut manager.

    Seorang manager umumnya memiliki tugas untuk mengatur, mengawasi, mengarahkan dan mengevaluasi. Di samping itu, seorang manager berperan untuk mengambil keputusan dan merancang perencanaan. Kedua hal tersebut yang membedakan seorang manager dengan staff lainnya.  

       Di samping berperan sebagai pengambil keputusan dan merancang perencanaan, seorang manager memiliki peran sebagai,

  • Pribadi
         Peran manager sebagai seorang pribadi dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai seorang tokoh, leader, dan liaison. Seorang manager sebagai tokoh berperan untuk mewakili organisasinya. Sementara itu, seorang manager sebagai leader bertugas untuk mengarahkan, motivator, dan mengevaluasi. Sebagai seorang laison, manager berperan untuk menjalin relasi internal maupun eksternal organisasinya.
  • Informasional
     Informasional yang dimaksud disini ialah seorang manager bertugas untuk mengumpulkan informasi baik internal maupun eksternal, sebagai penyalur informasi (dari luar organisasi ke dalam organisasi maupun sebaliknya), dan sebagai jurubicara.
  • Perancang perencanaan dan Pengambil keputusan
      Pada sub ini, seorang manager berperan sebagai seorang enterpreneur, disturbance handler, pengalokasi sumber daya, dan juru runding. Disini seorang manager dilihat dari segi pengaturan sumber daya pada organisasinya.


          Seorang manager hakikatnya memiliki kemampuan sebagai seorang pemimpin. Dilihat dari sisi lain, seorang manager sebagai seorang pemimpin memiliki beberapa tipe, seperti bijak, visioner, kharismatik, dan idealis. Di Indonesia, kepemimpinan memiliki dua pola, yaitu transaksional dan transformasional. Pola transaksional yaitu seorang pemimpin yang dalam memberikan pembagian tugas cenderung bersifat langsung. Sementara pola transformasional merupakan tipe seorang pemimpin yang memberikan motivasi pada staffnya terlebih dahulu untuk meningkatkan kinerjanya. 



Sunday, June 26, 2016

Peyek Goooyank

       Peyek Goooyank ? Mungkin itu hal pertama yang ada di pikirian kalian saat mendengar nama itu. Yup, Peyek Goooyank memang belum tersebar diluar tangerang, but i hope soon. 
    Well, Peyek Goooyank merupakan rempeyek teri medan yang berbentuk kembang goyang. Mungkin kalian bertanya kenapa bentuknya dibuat seperti kembang goyang, so i'll explain about it. 

Gambar 1. Peyek Goooyank

Peyek Goooyank dibuat dengan bentuk seperti kebang goyang dengan tujuan untuk memudahkan konsumen dalam mengonsumsinya. Disamping itu, untuk produsen, pembuatan rempeyek dengan menggunakan cetakan kembang goyang lebih mudah dibandingkan menggoreng rempeyek seperti pada umumnya dan tentu saja bentuk ini bertujuan pula agar Peyek Goooyank berbeda dengan rempeyek yang sudah dijual pada umumnya. 

Gambar 2. Peyek Goooyank dalam kemasan 50 gram

   Peyek Goooyank dikemas dengan kemasan polietilen yang berisikan zipper, sehingga bila konsumen belum habis menyantapnya dan ingin menyimpan tidak akan mempengaruhi kerenyahan peyek. Dalam satu kemasannya, Peyek Goooyank dijual dengan berat 50 gram. 
    Peyek Goooyannk merupakan pengembangan makanan Indonesia yang mungkin produksinya sudah tidak terlalu diminati lagi. Dengan diproduksinya Peyek Goooyank, diharapkan kedepannya rempeyek akan lebih diminati lagi, khususnya sebagai cemilan maupun pendamping makanan utama. 

Wednesday, June 22, 2016

Jenis Badan Usaha

    Badan usaha merupakan kesatuan yuridis, teknis dan ekonomi yang umumnya bertujuan untuk mencari keuntungan. Di Indonesia, terdapat beberapa jenis badan usaha seperti :

1. Perseroan Terbatas
    Menurut UU Nomor 40 Tahun 2007, Perseroan Terbatas merupakan badan hukum berupa persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 serta peraturan pelaksanaannya. Berdasarkan Undang-undang tersebut pula terdapat beberapa syarat pendirian Perseroan Terbatas di Indonesia, seperti :
  1. perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam Bahasa indonesia
  2. Setiap pendiri Perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat Perseroan didirikan
  3. Ketentuan sebagaimana dimaksudkan pada ayat dua tidak berlaku dalam rangka peleburan
  4. Perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum perseroan
  5. Setelah perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang saham menjadi kurang dari dua orang, dalam jangka waktu paling lama enam bulan terhitung sejak keadaan tersebut pemegang saham yang bersangkutan wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain atau perseroan mengeluarkan saham baru kepada orang lain
  6. Dalam hal jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat lima telah dilampaui, pemegang saham tetap kurang dari dua orang, pemegang saham bertanggung jawab secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian perseroan, dan atas permohonan pihak yang berkepentingan, pengadilan negeri dapat membubarkan perseroan tersebut
  7. ketentuan yang mewajibkan perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat satu, ketentuan pada ayat lima, dan ayat enam tidak berlaku bagi persero yang seluruh sahamnya dimiliki oleh pemerintah atau perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dab penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian dan lembaga lain sebagaimana diatur dalam Undang-undang Tentang Pasar Modal.
 Untuk mendirikan sebuah Perseoan Terbatas terdapat beberapa tahapan, yaitu :
  1. Mendaftarkan nama Perseroan Terbatas di Menteri Hukum dan HAM. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah nama Perseroan sudah terdaftar terlebih dahulu atau tidak.
  2. Mengajukan pembuatan akta pendirian Perseroan Terbatas. Setelah nama Perseroan disetujui, maka pendiri perseroan selanjutnya mengajukan surat mendirikan Perseroan di Notaris, yang selanjutnya disebut Akta Pendirian.
  3. Mengajukan surat permohonan domisili Perseroan. Permohonan domisili dilakukan melalui kantor kelurahan setempat sesuai dengan alamat perseroan.
  4. mendaftarkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). pendaftaran NPWP dilakukan di kantor pajak pada domisili perusahaan.
  5. mengajukan pengesahan pendirian Perseroan. Pengesahan pendirian Perseroan ini diajukan oleh pemilik perseroan pada Menteri melalui jasa teknologi informasi sistem administrasi badan hukum secara elektrnonik paling lambat 60 hari setelah nama Perseroan disetujui.
  6. Mengajukan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Pengajuan SIUP bergantung pada jenis SIUP perseroan. Apabila SIUP perseroan tergolong besar maka didaftarkan melalui Dinas Perdagangan Provinsi, namun apabila tergolong kecil hingga menengah maka didaftarkan pada Dinas Perdagangan Kota atau Kabupaten setempat.
  7. Permohonan Tanda Daftar Perusahaan. Pendaftaran Perseroan ini dilakukan pada Dinas Perdagangan setempat.
  8. Pendaftaran Pengusaha Kena Pajak (PKP). PKP berfungsi untuk memperoleh faktur perusahaan dalam menjual produk dengan PPN. PKP didaftarkan melalui kantor pajak yang sesuai dengan kantor pendaftaran NPWP. 
  9. Berita Negara Republik Indonesia. Setelah Menteri menyetujui pengajuan perusahaan sebagai badan hukum, maka paling lambat 30 hari setelah pernyataan tersebut, pemilik perusahaan menyatakan surat permohonan secara fisik besera dokumen pendukungnya, setelah itu, paling lambat 14 hari setelah penyerahan dokumen, Menteri menerbitkan keputusan tentang pengesahan badan hukum Perseroan yang ditandatangani secara elektronik dan  diumumkan dalam berita acara Negara Republik Indonesia.
2. CV (Persekutuan Komanditer)
    CV merupakan perusahaan bukan badan hukum yang dibentuk dari dua orang atau lebih. Pada CV, anggota dibedakan menjadi dua, yaitu anggota aktif dan anggota pasif. Anggota aktif merupakan anggota yang secara aktif ikut mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh terhadap perusahaannya. Sementara itu, anggota pasif ialah anggota yang hanya ikut menyetorkan modal saja tanpa ikut mengelola perusahaan.
     Terdapat beberapa langkah untuk mendirikan CV, seperti :
  1. Membuat kesepakatan antar pendiri perusahaan
  2. Menyiapkan identitas pendiri CV
  3. Menentukan nama CV
  4. Menentukan anggota aktif dan pasif
  5. Menentukan tujuan didirikannya CV
  6. Pembuatan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  7. Pendaftaran NPWP
  8. Pendaftaran akta pendirian CV di notaris
  9. Pendaftaran CV ke Pengadilan Negeri setempat
3. Firma (Fa)
    Firma merupakan badan usaha yang didirikan dari gabungan dua orang atau lebih yang bertujuan untuk komersialisasi dalam bidang perdagangan atau jasa. Firma terdiri dari beberapa unsur, yaitu : Persekutuan Perdata, menjalankan perusahaan, menggunakan nama bersama, dan tanggung jawab sekutu bersifat pribadi untuk keseluruhan. Seluruh unsur Firma tersebut diatur dalam KUHP.

4. Yayasan
    Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012, yayasan merupakan badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota. Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih. Pendirian yayasan dilakukan dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia. Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang tujuannya sesuai dengan tujuan yayasan. Apabila yayasan mendirikan badan hukum, maka anggota pembina, pengurus, dan pengawas yayasan dilarang merangkap sebagai anggota direksi atau pengurus dan anggota dewan komisaris atau pengawas dari badan usaha.

5. Koperasi
    berdasarkan Undang-undang Nomor 17 tahun 2012 Tentang Perkoperasian, koperasi merupakan badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan pronsip koperasi. Koperasi dalam pelaksanaannya memiliki 7 prinsip, yaitu :
  1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secara demokratis
  3. Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiiatan ekonomi koperasi
  4. Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom dan independen
  5. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengawas, pengurus dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan koperasi
  6. Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat gerakan koperasi dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional
  7. Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat melalui kebijakan yang disepakati oleh anggota
Koperasi dibagi menjadi dua tipe, yaitu koperasi primer dan sekunder. Koperasi primer didirikan oleh paling sedikit 20 orang perseorangan dengan memisahkan sebagian kekayaan pendiri atau anggota sebagai modal awal koperasi. Sementara itu, koperasi sekunder didirikan oleh paling sedikit 3 orang koperasi primer.

Referensi

Sukriah Erry. 2009. Bentuk bentuk Badan Hukum. Universitas Pendidikan Indonesia : Jawa Barat
Undang- undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Yayasan
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian










Friday, June 17, 2016

Tata Cara Pendaftaran P-IRT

Seiring dengan semakin majunya teknologi dan kreativitas manusia, produksi pangan dan variasinya kian bertambah pesat. Oleh sebab itu, untuk menjamin kualitas pangan yang diperoduksi, maka perlu adanya sertifikasi yang menjamin kualitas pangan olahan tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa sertifikasi mengenai pangan, seperti P-IRT dan LPPOM. Sementara itu, sertifikasi yang menjamin mengenai halal suatu produk adalah sertifikasi HALAL dari MUI.
Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK. 03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012, produk pangan yang diperbolehka memiliki sertifikasi P-IRT adalah produk pangan dengan masa kadaluarsa dan resiko yang cenderung rendah. Disamping itu, terdapat beberapa bahan pangan yang tidak dapat didaftarkan P-IRT :
  1. Susu dan olahannya
  2. Daging, ikan, unggas dan olahannya yang membutuhkan penyimpanan beku
  3. Makanan kaleng
  4. Makanan bayi
  5. Minuman beralkohol
  6. Air Minum Dalam Kemasan
  7. Makanan atau minuman yang wajib memenuhi izin SNI
  8. Makanan atau minuman yang ditetapkan oleh Badan POM
Masing-masing wilayah memiliki tata cara pendaftaran P-IRT yang berbeda. Untuk mendaftarkan P-IRT produk pangan yang diproduksi, sebaiknya pertama harus mengetahui tempat produksi termasuk wilayah apa. Setelah itu, produsen datang ke Dinas Kesehatan setempat untuk menanyakan perihal sertifikasi P-IRT. Oleh karena saya dan kawan-kawan pernah mendaftarkan P-IRT diwilayah Kota Tangerang, maka berikut tata cara pendaftaran di wilayah Kota Tangerang :
  1. Meminta formulir pendaftaran P-IRT di kantor Wali Kota bagian BPMPTSP (Badan penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
  2. Mendaftar penyuluhan oleh Dinas Kesehatan
  3. Menganalisis produk pangan yang diproduksi pada laboratorium Dinas Kesehatan
  4. Mengisi Formulir
  5. Menyerahkan formulir pada BPMPTSP
Seperti pada wilayah Kota Tangerang, diketahui bahwa tidak seluruh pendaftaran P-IRT dilakukan pada Dinas Kesehatan. Disamping itu, syarat P-IRT pada masing-masing daerah berbeda. Contohnya, untuk pendaftaran P-IRT di Kota Tangerang tidak diperlukan Surat Izin Domisili dari RT, RW dan Kelurahan setempat. 
Pada formulir pendaftaran P-IRT, terdapat beberapa dokumen yang harus dilampirkan, yaitu :
  1. Foto copy KTP penanggung jawab produksi produk pangan
  2. Pas foto penanggung jawab berukuran 4x6 sebanyak 1 lembar
  3. Foto copy sertifikat penyuluhan keamanan pangan oleh Dinas Kesehatan
  4. Foto copy bukti pembayaran Pajak Bumi dan bangunan tahun terakhir
  5. Design label produk
  6. Foto copy bukti kepemilikan tempat atau perjanjian sewa
  7. Foto copy sertifikat Halal dari MUI untuk pencantuman kata "HALAL" pada lebel
  8. Surat pernyataan yang diberikan oleh BPMPTSP (dengan materai 6000)
  9. Contoh produk makanan atau minuman
  10. Rincian modal usaha, meliputi investasi tanah dan bangunan, alat dan bahan, gaji pegawai
  11. Alur produksi cara pengolahan makanan atau minuman
  12. Hasil laboratorium minimal satu tahun terakhir (untuk produk yang menggunakan BTP atau produk tertentu)
  13. Denah lokasi
Untuk penyuluhan kemanan pangan oleh Dinkes, umumnya dilaksanakan setahun hanya dua kali dimana tiap penyuluhan peserta dikumpulkan sekitar 100 peserta. Disamping itu, peserta penyuluhan harus sama dengan penanggung jawab produksi yang namanya tercantum pada formulir pendaftaran. Disisi lain, untuk pengujian laboratorium dikenakan biaya Rp 100.000 per ujinya, dimana uji yang dilakukan ditentukan oleh pihak laboratorium Dinas kesehatan.  

Jadi, untuk membantu produsen dalam pendafataran P-IRT, sebaiknya produsen mencari informasi langsung pada Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui tempat pendaftaran P-IRT pada wilayah tersebut. Disamping itu, produsen juga harus mencari informasi untuk penyuluhan keamanan pangan oleh Dinas Kesehatan, karena penyuluhan tersebut hanya dilakukan dua kali dalam setahun. 
 

Bee's mind Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang